BATAM (Kemenhaj) — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, melepas keberangkatan 125 jemaah umrah yang tergabung dalam Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Travelataya Mandiri Utama, Sabtu (24/10/2026) pagi di Musala Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dalam kesempatan tersebut, Syahbudi mengingatkan bahwa perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan spiritual yang harus memberikan dampak positif bagi kehidupan jemaah.
Syahbudi berpesan agar seluruh jemaah memantapkan niat, memahami hikmah ibadah umrah, serta mempelajari sejarah dan syiar Islam yang terdapat di Tanah Suci. Menurutnya, kesempatan menjadi tamu Allah SWT harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan imanan, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Perjalanan umrah ini bukan hanya perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, jemaah hendaknya memahami hikmah dari setiap ibadah yang dilaksanakan dan mempelajari sejarah serta syiar Islam di Tanah Suci,” pesan Syahbudi.
Lebih lanjut, Syahbudi menegaskan bahwa sebagai tamu Allah, setiap jemaah harus menjaga etika, sopan santun, dan akhlakul karimah selama menjalankan ibadah. Sikap saling menghormati, membantu, dan menjaga kebersamaan menjadi bagian penting agar perjalanan ibadah berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Ia menyampaikan tiga hal penting yang perlu dipersiapkan oleh setiap jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pertama, memantapkan niat. Jemaah hendaknya meluruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan sekadar melakukan perjalanan atau wisata religi.
Kedua, mempersiapkan bekal terbaik, yaitu takwa. Selain mempersiapkan kebutuhan fisik, kesehatan, dan perlengkapan perjalanan, jemaah harus memperkuat bekal spiritual dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ketiga, menjaga persaudaraan sesama umat Islam. Syahbudi mengingatkan bahwa seluruh umat Islam adalah bersaudara. Tidak ada yang membedakan seseorang dengan orang lain di hadapan Allah SWT, kecuali ketakwaannya.
“Dalam rombongan ini, kita memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari latar belakang pendidikan, pekerjaan, usia, suku, bahasa, hingga kondisi kesehatan. Namun, ketika mengenakan pakaian ihram, kita semua sama di hadapan Allah SWT. Karena itu, tumbuhkan rasa persaudaraan, saling menghargai, dan saling membantu selama menjalankan ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Travelataya Mandiri Utama, H. Hermansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan umrah tersebut berlangsung selama 12 hari, terhitung mulai 24 Oktober hingga 4 November 2026.
Perjalanan jemaah dimulai dari Batam menuju Kuala Lumpur, kemudian dilanjutkan dari Kuala Lumpur ke Jeddah. Penerbangan menuju Jeddah menggunakan maskapai Batik Air Malaysia. Adapun pengambilan miqat direncanakan di Yalamlam sebelum jemaah melaksanakan rangkaian ibadah umrah.
Hermansyah berharap seluruh jemaah dapat mengikuti arahan pembimbing ibadah dan mutawif selama perjalanan maupun ketika berada di Tanah Suci. Menurutnya, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap arahan petugas sangat diperlukan agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai tuntunan syariat Islam.
PT Travelataya Mandiri Utama merupakan PPIU yang berkantor pusat di Kota Batam dengan motto “Murah Meriah, Berkah dan Amanah.” Sejak berdiri pada 2024, perusahaan tersebut telah memberangkatkan lebih dari 2.000 jemaah ke Tanah Suci.
Melalui pelepasan keberangkatan ini, Kemenhaj Kota Batam berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah umrah dengan baik, menjaga nama baik daerah dan keluarga, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dengan membawa pengalaman spiritual yang memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. (Sbd).