PENGUMUMAN # Selamat Datang di Portal Resmi Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam — Layanan Pelimpahan Porsi, Pembatalan Haji, dan Rekomendasi Paspor dibuka Setiap Hari Kerja pukul 08:00 - 16:00 WIB. #

KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH KOTA BATAM

Portal Resmi Berita & Informasi Haji Umrah — plhutbatam.id
Logo Kemenhaj
Batam & Kepri

Siapkan Jemaah Haji yang Sehat, Puskesmas Sei Lekop Tekankan Kontrol Penyakit Kronis

Sbd 15 Oktober 2026 -- 10:44:28 20 Dilihat
Siapkan Jemaah Haji yang Sehat, Puskesmas Sei Lekop Tekankan Kontrol Penyakit Kronis

BATAM (Kemenhaj) — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, bersama Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Hj. Sri Mulelni, serta dr. Nazia dan Tim dari Dinas Kesehatan Kota Batam, melakukan monitoring pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memantau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Kota Batam tahun 1448 H/2027 M pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP), sekaligus memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting untuk menilai kondisi kesehatan calon jemaah haji sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan istitaah kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Nazia dari Dinas Kesehatan Kota Batam menyampaikan bahwa hingga pertengahan Oktober 2026, lebih dari 50 persen calon jemaah haji Kota Batam telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan dilaksanakan secara bertahap melalui puskesmas, laboratorium, rumah sakit, dan klinik. Bagi calon jemaah yang belum dihubungi petugas, kami mengimbau agar segera melapor ke puskesmas terdekat sehingga dapat didata dan dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan,” demikian imbauan yang disampaikan terkait pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Ia juga mengingatkan calon jemaah agar menjaga kondisi tubuh di tengah kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap. Calon jemaah disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu dokter Puskesmas Sei Lekop, dr. Indah Kirana, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan diawali dengan pendaftaran, dilanjutkan anamnesis atau wawancara riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik oleh tenaga medis sesuai prosedur yang berlaku.

“Pemeriksaan diawali dengan penggalian riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Kami juga memberikan edukasi kepada calon jemaah mengenai pentingnya menyampaikan riwayat penyakit secara lengkap agar kondisi kesehatannya dapat dinilai dengan baik,” jelas dr. Indah.

Setelah pemeriksaan awal, calon jemaah diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan atau medical check-up (MCU) di laboratorium maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batam. Pemeriksaan penunjang dapat meliputi pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Hasil pemeriksaan lanjutan selanjutnya disampaikan kepada dokter atau tim pemeriksa kesehatan haji di puskesmas untuk proses evaluasi. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, calon jemaah dapat diarahkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis melalui mekanisme rujukan yang berlaku.

Dokter Ingatkan Jemaah dengan Penyakit Kronis agar Rutin Berobat

dr. Indah menekankan pentingnya pengendalian penyakit kronis bagi calon jemaah haji, terutama mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung.

“Bagi calon jemaah yang memiliki penyakit kronis, kami mengimbau agar rutin melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pengobatan harus dijalankan secara teratur dan tidak dihentikan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan calon jemaah yang merokok agar mulai mengurangi dan menghentikan kebiasaan tersebut. Merokok merupakan salah satu faktor risiko gangguan pernapasan, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang dapat memengaruhi kemampuan jemaah menjalani aktivitas fisik selama beribadah di Tanah Suci.

Pada hari pelaksanaan monitoring, Puskesmas Sei Lekop melayani sekitar 30 calon jemaah yang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan melalui fasilitas tersebut.

Melalui pelayanan di tingkat puskesmas, diharapkan calon jemaah dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, memperoleh penanganan yang diperlukan, serta mempersiapkan diri secara optimal untuk memenuhi persyaratan istitaah kesehatan.

Kemenhaj Kota Batam bersama Dinas Kesehatan terus mendorong calon jemaah haji agar proaktif mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan, menjaga kebugaran, dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. (Sbd).

BERITATERBARU
1/1