BATAM (Kemenhaj) — Mengawali pelaksanaan tugas pada pekan ini, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, memimpin apel pagi bersama jajaran pegawai di lingkungan Kantor Kemenhaj Kota Batam, Senin (5/10/2026).
Dalam amanatnya, Syahbudi menyampaikan empat poin penting yang menjadi perhatian seluruh pegawai dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Pertama, kedisiplinan dan kinerja. Syahbudi mengingatkan agar seluruh pegawai menjaga konsistensi kehadiran, kedisiplinan, serta kerapian dalam bekerja. Menurutnya, disiplin tidak hanya ditunjukkan saat pelaksanaan apel, tetapi harus tercermin dalam seluruh aktivitas dan tanggung jawab kedinasan sehari-hari.
“Disiplin bukan hanya pada saat apel. Disiplin harus menjadi bagian dari budaya kerja kita dalam melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab,” tegas Syahbudi.
Kedua, integritas dan pelayanan prima. Ia meminta seluruh jajaran memberikan pelayanan haji dan umrah secara cepat, ramah, transparan, profesional, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli) dan diskriminasi.
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan ada pungli, jangan ada diskriminasi. Layani masyarakat dengan ramah, transparan dan sesuai dengan ketentuan,” pesannya.
Ketiga, sinergi dan keharmonisan. Syahbudi mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat kolaborasi antar-seksi dan membangun komunikasi yang baik sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.
Poin keempat yang menjadi perhatian adalah validasi data pelimpahan porsi jemaah haji. Syahbudi menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data dilakukan secara cermat, teliti, dan sesuai ketentuan.
Ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak melakukan manipulasi data dalam proses pelimpahan porsi dengan tujuan memaksakan keberangkatan seseorang.
“Validasi data harus dilakukan dengan ketat. Jangan sampai ada manipulasi data atau upaya memaksakan keberangkatan jemaah yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kita harus menjaga integritas data dan memastikan seluruh proses berjalan secara benar dan transparan,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Syahbudi mengajak seluruh pegawai untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.
“Mari kita laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, tingkatkan pelayanan dan terus bekerja sama. Semoga setiap tugas yang kita laksanakan menjadi amal ibadah,” pungkasnya. (Sbd).