BATAM (Kemenhaj) — Komitmen Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam dalam memberikan pembinaan dan perlindungan kepada jemaah umrah terus diperkuat. Hal tersebut ditunjukkan melalui pelepasan 21 jemaah umrah PT Auliya Prakasa Abadi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis (8/10/2026) siang.
Pelepasan jemaah dilakukan oleh Kasi Pembinaan dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Kota Batam, Hj. Nurhidayati, didampingi Pimpinan Cabang PT Auliya Prakasa Abadi, Tabri Waluyo. Para jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci menggunakan pesawat Lion Air.
Sebanyak 21 jemaah mengikuti perjalanan ibadah tersebut, terdiri atas 8 jemaah laki-laki dan 13 jemaah perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nurhidayati memberikan pesan dan penguatan kepada seluruh jemaah agar menjadikan perjalanan umrah sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memastikan seluruh proses perjalanan berjalan aman, nyaman dan sesuai ketentuan.
Hj. Nurhidayati secara khusus mengingatkan jemaah untuk memahami dan memperhatikan prinsip 5 Pasti Umrah, yakni pasti travel berizin, pasti jadwal dan penerbangannya, pasti harga dan paket layanannya, pasti hotelnya, serta pasti visanya.
“Jangan hanya memastikan keberangkatan, tetapi pastikan juga seluruh layanan yang diterima sesuai dengan ketentuan. Jemaah harus mengetahui hak dan kewajibannya selama mengikuti perjalanan ibadah umrah,” pesan Hj. Nurhidayati.
Selain aspek layanan, ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Kondisi cuaca, aktivitas ibadah dan mobilitas yang cukup tinggi membutuhkan kesiapan fisik serta kepedulian antarsesama jemaah.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan dan saling membantu. Ikuti arahan pembimbing serta jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik kurang baik. Yang paling penting, seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan aman dan khusyuk,” ujarnya.
Lebih dari itu, Hj. Nurhidayati menekankan bahwa keberhasilan ibadah umrah tidak hanya diukur dari keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga dari perubahan perilaku dan peningkatan kualitas ibadah setelah kembali ke tanah air.
“Harapan kita, setelah pulang dari Tanah Suci ada perubahan dan peningkatan dalam ibadah. Semakin dekat kepada Allah, semakin baik akhlaknya, semakin peduli kepada keluarga dan lingkungan. Jangan sampai setelah pulang, semuanya kembali seperti sebelum berangkat,” tegasnya.
Tugas Perdana Sejak Dilantik
Pelepasan jemaah umrah ini menjadi tugas perdana Hj. Nurhidayati dalam melepas keberangkatan jemaah umrah sejak resmi bergabung dan menjalankan tugas di Kemenhaj Kota Batam.
Hj. Nurhidayati sebelumnya dilantik sebagai Kasi Pembinaan dan Pengendalian Haji dan Umrah oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, pada Rabu, 23 September 2026.
Dalam tugas barunya, ia diharapkan dapat memperkuat pembinaan, pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan haji dan umrah di Kota Batam, termasuk memastikan jemaah memperoleh informasi, pelayanan dan perlindungan yang memadai. (Sbd).