BATAM (Kemenhaj) — Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melakukan monitoring ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, Rabu (28/10/2026), guna memastikan kesiapan proses pemvisaan jemaah haji tahun 1448 H/2027 M, khususnya perekaman data biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio.
Monitoring tersebut dilaksanakan berdasarkan surat tugas dari Direktur Pelayanan Haji dan Umrah. Dalam kegiatan ini, Asrina, Analis Kebijakan Ahli Muda, turun langsung meninjau pelaksanaan perekaman biometrik sekaligus memantau kesiapan petugas dan proses pelayanan kepada calon jemaah haji di Kota Batam.
Kedatangan Asrina didampingi Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Hj. Sri Mulelni, serta Kepala Seksi Pembinaan dan Pengendalian Haji dan Umrah, Hj. Nurhidayati.
Dalam kesempatan tersebut, Asrina berharap proses perekaman biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio di Kemenhaj Kota Batam dapat berjalan lancar dan seluruh tahapan persiapan pemvisaan jemaah haji dapat diselesaikan sesuai ketentuan.
Ia juga meninjau secara langsung pelaksanaan perekaman untuk memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik serta mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi jemaah maupun petugas di lapangan.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, menyampaikan bahwa progres perekaman biometrik calon jemaah haji Kota Batam telah mencapai sekitar 70 persen. Adapun sisanya masih dalam proses penyelesaian karena sejumlah jemaah sedang mengurus penerbitan buku paspor dan proses endorsement atau pengesahan perubahan nama pada paspor.
“Alhamdulillah, perekaman biometrik jemaah haji Kota Batam sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus mengupayakan agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan tahapan ini sehingga proses pemvisaan berjalan lancar. Kendala yang ada kami identifikasi dan tindak lanjuti satu per satu, terutama yang berkaitan dengan dokumen paspor dan penyesuaian nama,” ujar Syahbudi.
Menurutnya, kesiapan dokumen perjalanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pemvisaan. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dan memberikan pendampingan kepada jemaah agar setiap persyaratan dapat dipenuhi dengan benar.
Syahbudi menambahkan, Kemenhaj Kota Batam juga menyiapkan langkah penanganan bagi jemaah yang mengalami kendala perekaman biometrik, khususnya apabila sidik jari tidak dapat terbaca akibat kondisi jari yang rusak atau sulit terdeteksi oleh perangkat.
“Jika ada jemaah yang tidak bisa melakukan perekaman biometrik karena kondisi jarinya rusak atau sidik jarinya tidak terbaca, kami akan memfasilitasi dengan menerbitkan surat rekomendasi ke rumah sakit agar jemaah dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh surat keterangan medis. Dengan demikian, kendala tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa petugas Kemenhaj Kota Batam akan terus memberikan pendampingan dan pelayanan kepada calon jemaah haji, termasuk membantu penyelesaian kendala administrasi maupun teknis yang berpotensi menghambat proses pemvisaan.
“Prinsip kami, setiap kendala harus dicarikan solusi sesuai ketentuan. Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal dan seluruh persiapan keberangkatan dapat berjalan tertib, lancar, serta tepat waktu,” tambahnya.
Melalui monitoring ini, Kemenhaj Kota Batam berharap pelaksanaan perekaman biometrik dapat segera dituntaskan sehingga tahapan pemvisaan calon jemaah haji Kota Batam tahun 1448 H/2027 M dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan. (Sbd).