PENGUMUMAN # Selamat Datang di Portal Resmi Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam — Layanan Pelimpahan Porsi, Pembatalan Haji, dan Rekomendasi Paspor dibuka Setiap Hari Kerja pukul 08:00 - 16:00 WIB. #

KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH KOTA BATAM

Portal Resmi Berita & Informasi Haji Umrah — plhutbatam.id
Logo Kemenhaj
Batam & Kepri

Lepas Jemaah Umrah Raphita, Syahbudi Tegaskan: Pakaian Ihram Menyatukan, Takwa yang Membedakan

Syahbudi 25 Oktober 2026 -- 16:12:37 70 Dilihat
Lepas Jemaah Umrah Raphita, Syahbudi Tegaskan: Pakaian Ihram Menyatukan, Takwa yang Membedakan

BATAM (Kemenhaj) — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, melepas secara resmi keberangkatan 45 jemaah umrah yang tergabung dalam Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT. Raphita Wisata Cabang Batam, Minggu (25/10/2026). Kegiatan berlangsung di Pelabuhan Laut Batam Center, sekaligus menjadi bagian dari pengawasan keberangkatan jemaah umrah yang dilakukan Kemenhaj Kota Batam.

Dalam arahannya, Syahbudi menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dan umrah harus berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Penyelenggaraan tersebut mengamanatkan pemenuhan hak jemaah untuk memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.

Ia menjelaskan, pembinaan bertujuan membekali jemaah dengan pengetahuan dan pemahaman tentang tata cara ibadah sesuai tuntunan syariat Islam, termasuk melalui bimbingan manasik dan arahan pembimbing selama perjalanan.

Sementara itu, pelayanan mencakup pemenuhan kebutuhan jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah, sesuai ketentuan dan komitmen penyelenggara. Adapun perlindungan bertujuan memberikan rasa aman, menjaga keselamatan, serta memastikan hak-hak jemaah terlindungi selama mengikuti perjalanan ibadah umrah.

“Jemaah harus mendapatkan pembinaan agar memahami ibadah yang dilaksanakan, pelayanan yang baik selama perjalanan, serta perlindungan terhadap keselamatan dan hak-haknya. Karena itu, saya mengingatkan agar jemaah mengikuti arahan pembimbing dan senantiasa menjaga kebersamaan selama berada di Tanah Suci,” ujar Syahbudi.

Selanjutnya, Syahbudi menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh jemaah sebelum berangkat menuju Tanah Suci.

Pertama, mantapkan niat dan bertawakallah kepada Allah SWT.

Syahbudi mengingatkan agar setiap jemaah meluruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Setelah melakukan persiapan dengan sungguh-sungguh, jemaah hendaknya menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali 'Imran ayat 159:

“Fa idzā 'azamta fa tawakkal 'alallāh.”

Artinya, “Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.”

Menurutnya, tawakal harus disertai ikhtiar, persiapan, dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah, sehingga seluruh rangkaian perjalanan dapat dilalui dengan baik.

Kedua, bawalah bekal terbaik, yaitu takwa.

Selain mempersiapkan kebutuhan fisik, kesehatan, dan perlengkapan perjalanan, jemaah juga harus menyiapkan bekal rohani berupa keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Syahbudi mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:

“Wa tazawwadū fa inna khairaz-zādit-taqwā.”

Artinya, “Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ia menjelaskan bahwa bekal terbaik dalam perjalanan ibadah bukan hanya materi, melainkan ketakwaan yang tercermin melalui ketaatan beribadah, kesabaran menghadapi berbagai keadaan, serta akhlak yang baik terhadap sesama jemaah.

Ketiga, tinggalkan sekat duniawi dan perkuat persaudaraan sesama muslim.

Syahbudi mengingatkan seluruh jemaah agar mengesampingkan perbedaan latar belakang ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dalam rombongan tersebut, para jemaah memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari pendidikan, pekerjaan, usia, suku, bahasa, hingga kondisi kesehatan dan penyakit bawaan.

Namun, ketika mengenakan pakaian ihram, semua jemaah berada dalam kedudukan yang sama sebagai hamba Allah SWT. Tidak ada yang lebih mulia karena jabatan, kekayaan, asal daerah, ataupun latar belakang sosial. Kemuliaan di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaan.

“Jangan merasa saya jemaah dari Lingga, sedangkan Bapak dan Ibu jemaah dari Batam, lalu kita membeda-bedakan diri. Tidak demikian, ya Bapak dan Ibu. Ketika kita mengenakan pakaian ihram, kita semua sama di hadapan Allah SWT. Yang dinilai adalah ketakwaan kita,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh jemaah untuk saling menolong, membantu, menghormati, dan menghargai satu sama lain. Menurutnya, sikap rendah hati serta mendahulukan adab harus menjadi bagian dari akhlak setiap muslim, terlebih ketika sedang menjadi tamu Allah SWT.

Syahbudi juga mengingatkan prinsip persaudaraan sesama muslim melalui ungkapan:

“Al-muslimūna ikhwatun, lā faḍla li-aḥadin 'alā aḥadin illā bit-taqwā.”

Maknanya, “Kaum muslimin adalah bersaudara. Tidak ada keutamaan seseorang atas orang lain, kecuali karena ketakwaan.”

“Utamakan adab daripada ilmu. Kita harus saling membantu, saling menghormati, dan saling menghargai. Itulah akhlakul karimah yang harus ada pada diri tamu-tamu Allah. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah, justru di Tanah Suci inilah kita harus semakin memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Sementara itu, pimpinan PT Raphita Wisata Cabang Batam, H. Hery Pria Arma, dalam laporannya menyampaikan bahwa keberangkatan tersebut merupakan gelombang kedua pada Oktober 2026. Sebelumnya, pihaknya telah memberangkatkan jemaah umrah sebanyak dua kali pada bulan yang sama.

Sebanyak 45 jemaah diberangkatkan dalam rombongan ini, terdiri atas 21 laki-laki dan 24 perempuan. Mereka merupakan jemaah gabungan dari Kabupaten Lingga sebanyak 22 orang dan Kota Batam sebanyak 23 orang.

Perjalanan menuju Jeddah dilakukan melalui Singapura menggunakan maskapai Oman Air dengan nomor penerbangan WY 671. Selama berada di Makkah, jemaah dijadwalkan menginap di Badr Al Masa dan Emar Suhron Hotel, sedangkan selama di Madinah akan menginap di Rua Grand Hotel.

Rombongan dijadwalkan berangkat pada 25 Oktober 2026 dan kembali ke Tanah Air pada 6 November 2026.

Menutup arahannya, Syahbudi mengajak seluruh jemaah untuk memohon rida Allah SWT agar perjalanan ibadah diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umrah.

“Dengan mengharap rida Allah SWT dan bersama-sama membaca basmalah, Bismillahirrahmanirrahim, keberangkatan jemaah umrah PT Raphita Wisata Cabang Batam menuju Tanah Suci secara resmi saya lepas. Semoga seluruh jemaah diberikan keselamatan dalam perjalanan, dimudahkan dalam beribadah, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh umrah yang mabrur,” tutup Syahbudi. (Sbd).

BERITATERBARU
1/1